Jumat, 05 Desember 2008

SALAH SATU SOLUSI MENGUNAKAN UANG KALTIM YG LAGI PARKIR DI SBI

Hari Kamis 4 desember 2008 mungkin merupakan bagian hidup yang cukup menarik, hari itu dengan sedikit iseng saya pulang ke samarinda dengan menumpang Angkutan Antar Kota Tenggarong-Samarinda. Sesuatu yang diluar kebiasan, biasanya pake motor sendiri atau numpang mobil temen. Perjalanan dengan motor biasa saya tempuh cuma 1 jam dengan angkot akhirnya sampai hingga 4 jam. Mungkin bagi sebagian orang akan protes membaca tulisan ini, "terlalu berlebihan", "mengada-ada", "dasar ngak pernah jadi Orang Susah" dan protes-protes lainya. Perjalanan ini begitu lama karena terjadi kerusakan pada mobil atau Istilah penumpang kaget "Ban Meledak".
Ada dua Orang Balita dan sepuluh Orang dewasa yang menumpang kendaran itu. Ban yang meledak pas di bawah saya duduk yakni di sebelah kanan belakang, mungkin karena saya sering ikut mobil kayu pada waktu dulu saat kelapangan yang kondisinya jauh lebih "gila" sehingga tidak sehistris ibu disebelah saya dan seorang bapak yang "ngomel" menuding sang sopir kebanyakan penumpang.
Kali ini kita tidak membahas ban meleduk atau lamanya waktu perjalanan karena bagi pemilik perahu jalan samarinda Tenggarong lewat air bisa setengah hari perjalanan (pengalaman penulis menaiki kapal motor kayu) tetapi trasfortasi masyarakat yang memprihatinkan. Sebelum menjadi anggota DPRD 2009-2014 para wakil rayat perlu sekali-kali mencoba jalan dengan angkutan umum sehingga mampu mengusulkan anggaran yang benar-benar produktif bagi masyarakat bukan anggaran yang produktif hanya bagi perluasan jaringan makelar proyek.
Fenomena Transfortasi yang tidak aman untuk trasfortasi masyarakat bukan hanya terjadi di trasfortasi antar kota Tenggarong- Samarinda PP tetapi hampir diseluruh wlayah Kalimantan Timur dimana kondisi kendaraan di luar kelayakan, ditambah dengan banyaknya penumpang yang diangkut melebihi kapasitas kemampuan kendaraan. Celakanya lagi umur kendaraan yang terlalu tua untuk melalui jalan yang terbilang tidak baik dipaksakan untuk terus beroperasi.
OLEH-OLEH SAYA
Pertama buat Pemerintah Propinsi kalimantan Timur dana yang tidak terserap dan di mainkan di SBI BNI lebih bermamfaat untuk memberikan kredit kenaraan baru bagi para sopir untuk meningkatkan pelayanan pada penumpang.
Kedua Dinas Terkait yakni Perhubungan yang mengatur beroprasinya angkutan umum, saya melihat Dinas ini bekerja bagai KOmpeni di Zaman Belanda saja. Masyarakat indonesia dapat jatah angkutan reot atau gerbong barang untuk kereta sedangkan kalangan jongos belanda dan tuan-tuannya mendapat kelas yang lebih baik. Tak semua orang Kaltim Bisa beli Sepeda Motor atau Mobil sendiri supaya nyaman berpergian. harus ada ketegasan bukan hanya ketika minta tambahan retribusi tetapi hak penguna jasa juga harus di jaga.
Ketiga untuk wakil rakyat, Ayo Bangun Bersama anda yang mempunyai tugas untuk menegaskan apa yang perlu ditegaskan, bukan menegaskan yang bukan-bukan pekerjaan anda.

Tidak ada komentar: