Tak terasa Propinsi yang saya tinggali sejak pertama kali dapat menyaksikan indahnya langit alam hingga muncul sang mentari telah berusia 52 tahun. Sebuah daerah yang sedari dulu merupakan lahan subur bagi kolonialisme dan kapitalisme global dengan Minyak bumi & gas alam yang menjadi primadona. Sesi kedua menjadi rezeki para penebang hutan dalam sesi pengundulan hutan, sesi ketiga mengupas habis Batu-Bara yang mudah mudahan bukan hasil terakahir yang dimiliki kalimantan timur.
Kenapa saya harus berkata bukan yang terakhir, Apakah karena saya belum kebagian? atau karena saya tidak cinta Kalimantan Timur ?
"Semua kita akan jawab sendiri kemudian", penjarahan besar-besaran ini hanya menyisakan bertumpuk-tumpuk berkas dari mulai sejarah Kolonial Belanda, kantor presiden dan para mentri, Kantor gubernur hingga kantor-kantor desa. Rencana yang dibuat tak terlihat hasilnya dengan maksimal jika dikalkulasi dari pengeluaran hasil bumi yang exploitasi.
Saya teringat Film Drama Jepang "Oshin" ada sebuan sesi yang menunjukan bagaimana masyarakat jepang menhijaukan daerah-daerah gunung semenjak sebelum perang dunia ke 2 mengingatkan saya pada kondisi Kalimantan Timur yang semakin gundul walau yang namanya "Illegal Logging" merupakan instruksi Kapolri untuk dibrantas namun nasib lahan-lahan kaltim yang gundul jutru terus bertambah. Yang saya tahu menurut search di Google Muncul angka 115 Juta Ha dari tulisan Sismanto di Kaltim POS 28 Maret 2008 (link http://www.kaltimpost.web.id/berita/index.asp?Berita=Opini&id=251216)
Pertanyaan saya kemudian apakah ini disebabkan program sawit satu juta Ha yang ujung-ujungnya menghasilkan kasus Surya Dumai yang menyeret Suwarna AF, Robian dan Uuh Alimudin di Cipinang atau masih banyak kasus-kasus lain yang tidak pernah ada yang melaporkan.
Pelajaran Sejarah Busuk dan Kotor ini membuat kita harus mulai membuat perubahan pada diri kita yang masih ingin tinggal di Kaltim. Kalo mengingat berapa banyak pohon yang saya tebang atau atas perintah saya untuk ditebang, mulai dari pohon jambu depan rumah yang buahnya jatuh di atap tetangga yang datang kemudian marah-marah melulu, yang akhirnya mau tidak mau, jambu air manis dan besar itupun hilang dari pelataran rumah saya. Trus Pohon akasia di kantor yang rawan rubuh menimpa bangunan mau ngak mau harus ditebang. Kalo dibilang melakukan Illegal Logging, bisa iya bisa tidak. Tapi itu semua harusnya mulai kita tebus dengan menanam pohon lebih banyak di lahan-lahan milik kita atau lahan lahan yang terbengkalai.
Dalam hati saya juga bertanya pada pengusaha kayu semoga bisa menanam lebih banyak dari anak sekolah di SD depan rumah saya.
Dari dunia pertanian mungkin tak ada salahnya saya berkomentar sebagai salah satu sarjana pertanian keluaran Universitas Terbesar di Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman. Walau sedih saat saya tau program yang saya ikuti di Universitas ini telah dimerger akibat kehabisan peminat. Ada apa dengan prioritas Kaltim yang ketiga yakni "Pembangunan Pertanian dalam arti luas". Swasembada pangan sampai sejau mana ? perikanan laut dan darat?? pembangunan 1 juta ha sawit ???
Membaca pesan Suwarna AF untuk mempertahankan tiga prioritas pembangunan Kaltim kepada Pak Gubernur Kita AFI, saya jadi teringat tahun 2000 ketika masih di Presidium Mahasiswa Universitas Mulawarman begitu semangatnya pak warna (panggilan akrab suwarna AF ) menjawab setiap pertanyaan kami akan merealisasikan tiga prioritas tersebut termasuk tuntutan kami akan dana SDM 20% seperti amanah konstitusi kita.
Tapi apa yang terjadi saat ini akhirnya "orang tua" yang kita hormati hanya meninggalkan masalah-masalah yang tak pernah terselesaikan dengan baik hingga akhir jabatannya. Bukan membunuh karakter yang sudah terlanjur hancur di cipinang tapi perlunya generasi penerus mengevaluasi sehingga para pemimpin muda yang saat ini sedang berkampanye dengan jargon "berikan kesempatan pada yang muda" belajar dari kesalahan lalu hingga "Membangun Kaltim untuk semua" benar-benar terealisasi.
Selamat Jalan para pendahulu kami
kalo ada yang disisakan dan berbekas kurang anggaplah itu pelajaran
karena toh kita hanya menangungnya di dunia....Semoga
Selamat Bertugas Pak Awang & pak Farid
masyarakat kaltim pasti akan bangga saat akhir jabatan bapak berkata :
"Saya telah membenahi Kaltim dari kegagalan pembangunan Masa lalu, infrastuktur milik semua masyarakat kaltim hingga ke plosok, murah, nyaman dan aman, Generasi kita terpelajar dan mampu bersaing dengan manusia manapun didunia ini dengan SQ, EQ & IQ yang sempurna, & terakhir tak ada lagi lahan yang tidak produktif karena petani kita tidak di bodohi oleh pembalak liar untuk menebang hutan kita dan kembali menjadi petani sukses dengan Kelapa Sawit, Karet, Padi dan segala komoditi pertanian lainya"
Selamat Ulang Tahun Untuk Kita Semua
Kalo kemarin korupsi ya sudah lah...
biar kita tanggung masing-masing di hadapan-NYA
tapi jangan mulai lagi hari ini...
demi penerus kita yang tidak ingin kita lihat dijajah lagi seperti Nenek Moyongnya
1 komentar:
met ultah aja dah buat kaltim.
mudah mudahan makin berbenah. kt AA' Gym, mulailah dari diri sendiri
halaaah
Posting Komentar