Rabu, 08 Juli 2009

PENGALAN MEMILIH DENGAN KTP & KK

Dari sekian Banyak masa pemilu yang pernah saya ikuti hari ini cukup menarik dan di kenang...

Pemilu 1997 saat pertama kali ikut pesta demokrasi, mulai dari arak-arakan kampanye hingga pencoblosan merupakan moment demokrasi yang cukup seru, kondisi ekonomi yang kurang baik mendorong "orang muda"seperti saya untuk beda, beda dengan pilihan tradisional orang tua yang PDI banget , beda dengan pilihan kekuasan yang harus Golkar ke sebuah pilihan Baru bagi sikap politik keluarga "PPP". Semangat KH Alwy dari Madura membakar semangat perubahan saat akhir Rezim Orde Baru... Sebuah pengalaman demokrasi yang tak terlupakan.

Pemilu 2004 awal baru lainya, sebuah harapan baru dengan pemilihan presiden langsung, langsung saat rakyat berarak menuju TPs, langsung coblos salah satu nama idaman. langsung keluar hasilnya tanpa harus kompromi politik para elite.

Saat ini termasuk yang Istimewa lagi Ngak perlu pake Kartu Pemilu bawa KTP dan KK aja sudah bisa milih, ternya bukan hanya saya sendiri, di TPS tempat tinggal saya yang terkenal kurang perduli dengan politik ternyata ada 11 orang yang sudah tercatat sebagai pemilih dengan KTP, bisa dipastikan dengan aturan yang lama kami tidak bisa memperoleh hak suara.

Sebuah dilema negara demokrasi besar di dunia seperti Indonesia, saat hak pilih lama-lama menjadi tirani seperti China, dengan tekanan dan intervensi yang tak kunjung reda baik dari dalam dan luar dengan seambrek kepentingan.

Undang-undang yang tak pernah stabil, kelakuan para penengah yang tak pernah netral adalah penyakit demokrasi Indonesia yang paling parah dan masi sepupuan dengan korupsi.

Tapi Hari ini saya bahagia karena bisa ikut berdemokrasi karena waktu Pemilihan Legeslatif ngak dapet undangan, dengan modal KTP akhirnya bisa juga, ternyata "lebih cepat itu lebih baik", Lebih Efisien dan "pro Rakyat" sehingga ngak harus di "lanjutkan"yang ngak perlu dan Pemborosan,...

Tidak ada komentar: