Tak banyak Mungkin yang sempat saya simak, ada sedikit harapan untuk pembenahan Kalimantan Timur sebagai sebuah propinsi yang selalu identik dengan berkah sumber daya alamnya. Mau dibawa kemana bumi ini 2010-2013 sebuah harapan yang masih semu, saat duduk sesaat di kaltim Summit 2010 yang berlangsung di Hotel Senyiur Samarinda.
Deretan Peserta yang mengunakan Batik sebagai anjuran untuk para peserta Kaltim Summit membuat suasana yang cukup berbeda menyakinkan kita bahwa ada sebuah identitas yang ingin ditunjukan, apalagi pada undangan yang dibagikan tertulis jelas "Batik Kalimantan Timur" sebuah harapan perbaikian atas identitas daerah yang punah.
Keberhasilan even yang di garap propinsi kaltim dan KADIN Kaltim ini sangat bisa di banggakan, sebuah terobosan baru baru akan sebuah proses perencanaan yang diharapkan mendengarkan aspirasi bawah yang selama ini dianggap buntu. Pembangunan yang mengunakan APBD memang seharusnya ada proses dengar pendapatnya mulai dari tingkat desa dan kelurahan "walau" ada saja masyarakat yang masih mengangap tidak ada artinya karena ujung-ujungnya pemerintah dan lembaga wakil rakyat mengoalkan sesuatu yang lebih kepada "Mau saya".
Dari Modul yang dbagikan, penyapaian pemateri dan tanggapan para peserta bagi saya memang hampir tidak ada yang baru, semua penting untuk menyelamatkan kalimantan timur kedepan. Yang jadi pertanyaan akhir ketika meninggalkan ruang sidang "mungkinkan ini dijabarkan lebih taktis sesuai tahapan dan kemauan bersama"
Akhirnya kita tunggu saja realisasinya bagaimana Pak Awang Farouk merealisasikannya atau lima tahun kepemimpinannya kita hanya di jejali wacana dan seminar-seminar pembangunan saja...sekali lagi kita tunggu saja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar