Sabtu, 22 November 2008

MATI LAMPU


Ewi Bosen pak, Mati lampu melulu, kata anaku yang paling bontot. Mau bilang apa lagi beli genzet ngak sangup ya terpaksa pake lilin, syukur kalo punya lampu charge. Ya ini mungkin gambaran keluarga indonesia sejahtra.
Anak-anak di suruh sekolah tapi justru lampu rumah untuk belajar mati melulu, sementara lampu tempat hiburan malam terang benderang dan terus benderang diiringi musik dan orang-orang mabok. Simple memang kedengeranya. Laron (serangga kecil yang berterbangan setelah hujan) mencari cahaya hingga kita harus memadamkan lampu kala itu. Wajar kemudian anak-anak muda lebih memilih pergi ke diskotik, dari pada belajar dirumah saat mati lampu. Celakanya kemudian jadilah sebuah kebiasaan.
PLN ngak pernah untung buah dari Bangsa yang memang salah urus. Saat BUMN bukan menjadi perusahan negara melainkan perusahan kelompok atau partai tertentu, jadilah pusat korupsi bukan pusat pelayanan masyarakat.Ujung-ujungnya sederhana bos-bos BUMN larinya ke Diskotik atau klub malem juga, ya... ngak di Indonesia pergilah ke genting Island tempat terdekat. atau mau menikmati wisata pulau langsung aja terbang ke Cristmas Island di selatan Jakarta. trus lanjutanya lebih parah lagi, anak-anak bos pada terberdaya untuk mengikuti jejak orang tuanya yang suka membuat listrik mati di rumah-rumah rakyat "Nongrong ditempat Remang-remang" dicekek botol dan bandar shabu-shabu.
Kalo udah seperti ini siapa yang salah mematikan lampu, PLN......, Orang PLN......., saya yang telat bayar Listrik................., atau tikus yang mengrogoti kabel yang memeng sudah di korupsi mulai dari pengadaanya................
Saya sebagai pemakai listrik belajar membayar sebelum tanggal 20, membayar apa yang dipake bukan nyantol sembarangan.
Elo yang kerja mencacat meteren, mencatat dengan rutin hingga tak ada pelanggan shock berat bulan kemaren bayar 100 ribu, bulan ini bayar 2 juta. Kebiasaan waktu kuliah sang petugas meteran ngebut nyatet waktu mau deket ujian
Bos kerja mengontrol anak buah, bukan sibuk ngitung korupsi buat persipan pensiun
Orang parpol "yang suka malak PLN" segera cari kerja yang bener, bagaimana mau jadi anggota dewan yang mampu mendorong terciptanya lapangan kerja kalo elo sendiri kaga punya kerjaan selain malak.
Babe yang ngerasa menjadi Lurah, Camat, Walikota, Bupati, Gubernur, Mentri dan presiden sekalian, dan para wakilnya sekalian. jangan ngurusin listrik rumah dinas aja donk. Sekali kali tengok rumah julak izah yang kada dikasi-kasih listrik karena ngak mampu bayar lebih.
Akhir cerita semoga heppy ending seperti cerita pengantar tidur untuk anak kita...........

Tidak ada komentar: