Lama Tak bersua, mungkin itu yang saya ingin sampaikan pada blog ini, pernak-pernik pemilu menabah sedikit kesibukan mulai dari bergosip sampai berkantong tipis. Walaupun sudah terlalu sering di ulas dan dikomentari saya kira Pemilu 2009 perlu di kaji lebih jauh untuk masa depan yang lebih baik. Tanpa analisis yang dalam lebih kepada pandangan pribadi atas segala hal yang terjadi, boleh diperdebatkan jika memang dirasa perlu.
Penyelengara Pemilu
Sudah banyak yang dipublikasikan, apa lagi masalah DPT, namun sebenarnya kita harus jujur mengatakan bahwa DPR dan Pemerintah Biang Kerok semuanya. Pertama DPR, lembaga yang bisa dibilang terlalu egois untuk kepentingannya sendiri dan kelompoknya menciptakan undang-undang pemilu dan partai politik yang selalu telat. Pertanyaan ada apa? Saya cuma bisa mengatakan "Kita tak perlu berperang untuk hidup merdeka saat Ini" janganlah menyusahkan rakyat dengan kepentingan rupiah akibat kekuasaan yang didapat. Kita butuh pemimpin licik untuk mengakali pengusaha dan negara asing yang licik menjarah bangsa ini, bukan licik untuk bangsa sendiri.
Permasalahan pengangkatan anggota KPU yang molor, masalah yang jangan terulang lagi di 5 Tahun kedepan. Saya kira masyarakat sudah terlalu paham bahwa partai politik selalu menempatkan "orangnya" pada KPU, tapi sampai kapan? Pemilu hanya salah satu bagian yang mengarahkan bangsa ini lebih demokratis, banyak bangsa yang monarki dan tanpa pemilu lebih sejahtra. Itulah Intinya kita butuh "sejahtra"
Pemerintah tak kurang banyak cacatnya, mulai dari dana pemilu yang tarik ulur pencairannya dan mobilisasi aparat dari pusat hingga daerah yang hampir bisa di bilang "Minus". Men PAN, 5 Tahun ini gagal, kalo SBY dianggap berhasil lebih bisa dikatakan karena kondisi keamanan lebih stabil, ekonomi masih tanda tanya dengan hutang yang terus bertambah jawabannya kemana peran pemerintah untuk peningkatan pendapatan Negara. Gaya pemerintahan masih berkutat pada pencitraan pribadi dan menonjolkan keberhasilan-keberhasilan semu (http://politik.vivanews.com/news/read/53032
belanja_iklan_pemerintah___parpol_rp_1_06_t)
KPU sendiri sebagai penyelenggara banyak diisi oleh hasil seleksi yang pernuh pertanyaan sejak awal wajar kemudian muncul beragam masalah, kalo kita buka Google dan mencari "KPU diisi orang parpol" otomatis akan kita dapatkan ratusan ribu berita dari pusat hingga daerah yang mengambarkan indikasi oknum-oknum parpol yang disusupkan kedalam KPU.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar