Rombongan yang tidak sedikit untuk ukuran kami saat itu dengan modal pas-pasan bantuan rektorat bersama 26 mahasiswa samarinda dari berbagai perguruan tinggi kami bergabung dengan teman teman mahasiswa Kaltim yang kuliah di tanah jawa seperti surabaya, malang, Jokjakarta dan bandung.
Kramat 2 mes kaltim menjadi tempat yang paling tepat untuk berkumpul, agendanya sederhana, naiknya GusDur di era awal reformasi memunculkan agenda otonomi khusus walaupun ada juga wacana fedral saat itu.
Kepolosan kami sederhana saat itu, kami ingin kaltim dapat hasil yang lebih baik dari perimbangan porsi pembangunan yang kalo tidak salah waktu itu kita sudah bisa menyetor hampir 300 T ke pemerintah pusat dari migas.
Saat ini isu otonomi khusus kembali digulirkan, apa pun motivasinya hal ini baik untuk kaltim walaupun banyak yang menyangsikan uang yang besar itu mampu dikelola dengan daerah dengan baik.
Bagi saya pribadi kalo itu merupakan hak masyarakat kaltim mengapa kita tak perjuangkan bersama tapi kalo kemudian hal ini menimbulkan korupsi yang besar pada pejabat daerah kita juga harus sama-sama mengulungkan dan menyita seluruh hartanya di daerah maupun ditempat lain dengan cara apapun.
Sederhannya kita harus bahu membahu berjuang bersama saat alam Kalimantan telah rusak, hasilnya telah cukup banyak di gunakan untuk membangun Indonesia, maka tak ada salahnya sisa terakhir kita gunakan untuk kesejahtran masyarakat Kaltim dan perbaikan alam yang rusak dengan program nyata yang berkelanjutan. Selamat Berjuang, Pahlawan selalu punya tempat sendiri bagi pengabdiaanya so jangan menyerah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar